Support & Downloads

Download aplikasi reseller terbaru kami.

Gabung channel telegram kami.

Contact Info
Indonesia (+62) 85812940317 admin@resellerindo.com Danau Sentani, Malang
Folow us on social
Cara Memulai Bisnis Online Fotografi Social Media

Cara Memulai Bisnis Online Jasa Fotografi

Kemana-mana bawa kamera? Sayang banget dong kalau sampai nggak dimaksimalkan buat cari duit! Faktanya, fotografi laris banget dan cocok buat bisnis online.

Mau kapan lagi mulai bisnis online kalau nggak sekarang?  Sayang banget kan kalau udah punya skill dan kamera, tapi nggak digunakan dengan baik?

Faktanya, bisnis fotografi ini bisa menghasilkan lebih dari apa yang kamu pikirkan selama ini. Bisa dikatakan pekerjaan ini benar-benar gampang dan nggak butuh banyak waktu.

Nah daripada kesempatan ini diambil orang lain, mending langsung aja sikat!

Hati-hati KUDET!

Tau sendiri kan kalau kudet itu bakal ketinggalan info dan gagal berkembang!

Biar kamu tambah update tentang social media dan info terkini di dunia bisnis, Resellerindo punya segudang info yang kita kemas dalam bentuk blog.

So, yuks mulai sukses sekarang juga sebelum kadaluarsa peluang sukses ini!

Yuk gali ilmu sebanyak-banyaknya di blog Resellerindo. GRATIS lagi!

Blog Resellerindo

Cara Memulai Bisnis Online Jasa Fotografi

Jangan salah ya. Jangan sampai kamu mengulangi kesalahan kebanyakan jasa fotografi online ya.

Jadi kalau emang benar-benar serius mau bisnis jasa foto, bangun sesuai step-step kita ini ya.

Gimana? Udah siap? Yuks langsung mulai buka rahasia kita ini!

Tentukan Jenis Fotografi

Brand dan individu punya banyak banget alasan kenapa mereka butuh fotografer. Brand butuh jasa kamu buat bikin brosur, pamflet, baliho, dan lainnya. Agen properti butuh designer buat desain-desain rumah yang mau mereka jual.

Majalah juga butuh kamu buat design karya-karya yang berhubungan sama publishing. Bahkan, kamu juga bisa ambil fokus buat jasa non-commercial kayak wedding. Faktanya, fotografi wedding ini punya banyak banget fans dan lagi hype sekarang.

Nah kalau udah ketemu fokus bidang di photography ini, langsung aja bikin portofolio yang banyak dan berkualitas. Nggak perlu harus cetak katalog atau brosur, kamu bisa tampilkan dan show off di Instagram dan social media.

Tapi, itu masih bagian akhir dari sharing kita kali ini ya.

Kembangkan Plan Bisnis

Bukan bisnis namanya kalau nggak ada master plan. Apa sih yang harus kamu perhatikan dalam bikin bisnis plan ini?

Ya yang jelas semua tentang bisnis fotografi yang bakal kamu bikin. Mulai dari model, jenis, sampai keuangan yang mungkin kamu dapatkan dalam jangka panjang.

Lebih detailnya, aspek-aspek ini yang harus kamu optimasi dalam rencana bisnis:

  1. Produk atau jasa
  2. Keunggulan produk atau jasa itu
  3. Model bisnis yang bakal kamu ambil
  4. Keunikan brand kamu dibandingkan kompetitor
  5. Strategi Marketing

Dengan begini, kamu bisa menentukan target dan harga atau pricelist. Contoh aja, kalau kamu mau menghasilkan 5 juta per bulan dan kamu butuh 20 acara atau event wedding. Artinya, kamu harus pasang pricelist 250 per shoot.

Apakah harga 250 ribu itu udah mahal apa masih terlalu murah?

Kamu nggak bisa semata-mata langsung menentukan harga. Perlu kamu tau, harga ini dihitung berdasarkan pengeluaran dan kebutuhan kamu.

Contoh, alat, perbaikan, sampai biaya pulang pergi.

Tentukan Struktur atau Model Bisnis

Inilah yang miss dari kebanyakan anak muda yang mau bikin bisnis online. Banyak yang langsung berbondong-bondong mengurus badan hukum terlepas dari model bisnis yang ia miliki.

Kalau emang masih baru dan kecil, harusnya kamu nggak usah pakai badan hukum. Baru nanti kalau udah lumayan besar, urus badan hukumnya.

Perlu kamu tau, badan hukum itu cuman buat menambah dan meningkatkan kredibilitas aja. Padahal kalau bicara soal bisnis online, kredibilitas bisnis kamu ditentukan oleh banyaknya interaksi.

Selain itu, apakah kamu butuh management tim, atau solo aja cukup? Itu juga jadi bahan pertimbangan. Saran kita sih, kamu mending pakai tim yang solid. Dengan begitu, ada bagian yang bisa kamu share. Kerennya lagi, kamu bisa menerima banyak projek kalau dikerjakan tim.

Siapa Customer kamu?

Selanjutnya, kamu harus benar-benar bisa pilih siapa calon customer. Kalau bahasa kerennya sih, ini namanya buyer persona.

Perlu kamu tau, satu produk itu cuman cocok buat satu jenis segment. Siapa segment yang kamu target? Orang tua, anak muda, anak sekolah, atau siapa?

Nggak se-simple itu sih, lengkapnya, kamu harus mikir beberapa aspek demografi untuk menentukan segment ini:

  • Umur berapa mereka?
  • Apa pekerjaan mereka?
  • Berapa gaji atau uang bulanan mereka?
  • Apa pekerjaan orang tua kalau mereka belum kerja?
  • Dimana mereka tinggal?
  • Dimana tempat nongkrong mereka?
  • Gimana gaya mereka?
  • Gimana perilaku dan sikap mereka terhadap jasa yang kamu tawarkan?
Cara Memulai Bisnis Online Fotografi Social Media

Cara Memulai Bisnis Online Fotografi Social Media | Generasi Millennials

Semua aspek ini harus bisa kamu rumuskan dengan tepat. Alasannya, kamu masih belum dapat data yang valid. Jadi, saat ini cuman hipotesis yang bisa kamu lakukan.

Artinya, banyak-banyak lakukan riset untuk menentukan buyer persona ini.

Mulai Branding

Kita nggak pernah bosan ingetin kamu tentang pentingnya branding. Meski portofolio yang kamu bikin udah bagus banget, kalau branding berantakan bisnis bakal tetap nggak bisa tumbuh.

Apa sih yang termasuk dalam branding ini? Perlu kamu tau kalau branding ini butuh banyak aspek:

  • Nama Brand
  • Logo
  • Warna
  • Typography / Tulisan
  • Tone
  • Gaya Bahasa
  • Style

Oh iya, sebelum menentukan branding, pastikan buat membayangkan siapa yang bakal jadi customer.

Kita bakal jelaskan satu per satu ya. Pertama tentang nama. Pastikan untuk pilih nama yang benar-benar sesuai dengan target.

Cara Memulai Bisnis Online Fotografi Social Media

Cara Memulai Bisnis Online Fotografi Social Media | Branding Bisnis Online

Nggak usah yang trending deh, yang penting iconic dan mudah diingat.

Logo Brand

Kalau masalah logo sih tergantung selera ya. Tapi yang lagi trending saat ini adalah huruf dan symbol.

Kalau kamu pilih single character, pastikan yang mewakili nama brand kamu. Bisa jadi inisialnya.

Design dengan gaya yang sesuai sama buyer persona. Kalau remaja, mending design-design yang agak selow itu cocok.

Beda lagi kalau target kamu itu orang tua. Simbol-simbol kuat dan mapan harus kamu pakai.

Warna

Warna juga penting banget dalam branding. Kalau target kamu adalah remaja, warna-warna cerah cocok banget. Terutama kuning, orange, biru muda, sampai hijau cocok.

Kalau kamu mau yang lebih serius dan mapan, pastikan pakai warna-warna gelap. Hitam, coklat tua, biru tua, ungu itu cocok.

Warna inilah yang nanti bakal kamu pakai dengan konsisten di semua social media.

Typologi / Jenis Font

Kalau masalah tulisan sih juga sama. Tulisan yang lucu, luwes dan populer itu cocok banget buat anak-anak muda dan remaja.

Kalau emang target kamu orang tua, jenis font formal dan bold itu perfect buat pasangan logo yang elegant.

Kalau udah tentukan salah satu jenis font, pastikan buat pakai font ini di semua sisi brand.

Tone, Style, Gaya Bahasa

3 element ini bakal bikin branding makin perfect. Yaps, style ini bakal menetukan tone dan gaya bahasa yang kamu pakai. Contoh, kalau style mereka kekinian, pastinya gaya bahasa yang kamu pakai harus mencerminkan kekinian mereka.

Pakai aja bahasa-bahasa santuy dan selow aja ya.

Beda lagi kalau kamu target orang tua. Style mereka past formal, tegas, dan nggak macam-macam. Dengan begini, kamu lebih mudah bikin tone yang formal dan elegant.

Branding? Bisa apa sih akun Instagram kamu tanpa followers, likes, comments, dan views yang banyak?

Faktanya, kebanyakan customer kini melihat kredibilitas akun social media dari interaksinya. Jadi, kalau interaksi dikit, pasti auto nggak keren deh. Jadi, mereka nggak bakal mampir dan coba jasa kamu.

So, kamu butuh Resellerindo yang bakal menambah interaksi dengan cepat dan instant. Tanpa lama, nggak pakai ribet, dan praktis banget.

Klik link berikut ini ya buat bongkar rahasia kita ini.

Mau Coba ...

Siapkan Alat

Kalau emang fotografi itu hobby dan passion kamu, saya yakin banget deh kalau kamu pasti punya alat-alat yang kamu butuhkan.

Tapi masalahnya, apa itu cukup?

Saya rasa sih kurang ya. Faktanya, nggak cukup cuman punya alat aja. Alat-alat itu harus benar-benar berkualitas. Karena hasil itu bakal kamu jual untuk bikin customer puas.

Selain kamera, kamu juga butuh yang namanya lensa, flash, battery, software atau aplikasi edit foto, kertas print yang keren, sampai packaging yang bisa bikin puas customer.

Bikin Strategi Marketing

Sekarang kalau semua udah siap, apa yang bakal kamu lakukan?

Apa cukup cuman posting-posting aja di social media?

Jangan harap bisnis bakal berjalan lancar kalau cuman mengandalkan posting aja. Kamu butuh strategi social media marketing yang bagus dan rapi.

Strategi inilah yang bisa bikin kamu bergerak untuk menentukan taktik dan cara menggapai goal itu.

Perlu kamu tau, aspek marketing itu nggak cuman satu hal aja. Ada banyak banget aspek yang harus kamu optimasi.

Kamu harus bisa menentukan kampanye, taktik, sampai tujuan per kampanye yang kamu bikin. Contoh, kamu pengen menjalankan kampanye branding atau brand awareness. Maka yang harus kamu lakukan adalah pakai iklan atau cara manual follow for follow, like for like, sampai bikin Instagram pods.

Kalau mau bikin bisnis makin berkembang, kamu juga harus pakai website dan social media yang banyak. Kenalin juga karakter masing-masing social media sehingga kamu bisa menentukan mana yang paling cocok buat kamu lakukan.

Kesimpulan

Ternyata bikin bisnis online faotografi itu nggak semudah kalau udah berjalan. Ada step-step yang harus kamu lakukan biar brand bisnis kamu terbentuk dengan sempurna.

Selain masalah branding, kamu juga perlu strategi marketing yang keren abis biar goal bisa tercapai. Yang pasti, strategi marketing ini harus selalu update biar nggak ketinggalan jaman.

Nah mungkin segini aja ya sharing kita tentang bisnis online fotografi kali ini. Kita masih punya banyak banget fokus dan topic yang bakal kita bahas di kesempatan berikutnya. So, jangan sampai kudet gara-gara ketinggalan info update dari kita.

Mau ide lebih banyak tentang bisnis online? Faktanya, masih banyak banget jenis bisnis di Instagram yang bisa kamu pilih buat berkembang.

Just a nerd having obsessed by SEO, Website, Internet Marketing, and SaaS.

shares

Privacy Preference Center

Balas chat
Halo kak, Ada yang bisa dibantu?